Buruan daftarkan diri anda dan menangkan jacpot jutaan rupiah..
situs judi yang terpercaya dalam keuangan berapapun
anda menang dan tidak ada batas penarikan dan deposit setiap
hari 24 jam
Rasakan sensasi promo yang tiada duanya di
www.pkr224.com
Untuk Daftar Silakan Klik Link Di Bawah !
situs judi yang terpercaya dalam keuangan berapapun
anda menang dan tidak ada batas penarikan dan deposit setiap
hari 24 jam
Rasakan sensasi promo yang tiada duanya di
www.pkr224.com
Untuk Daftar Silakan Klik Link Di Bawah !
Raih Semua Promo-promo menarik poker224.com
- Bonus Rollingan/Cashback 0,5% ( Setiap Senin ) -
- Bonus Referral 20% ( SEUMUR HIDUP ) -
HUBUNGI KAMI :
LIVECHAT : www.pkr224.com
YM : poker_224@yahoo.com
SKYPE : poker.224
BBM : 563B7468whatsapp : 085361245308
Salam kami WWW.pkr224.com
- Bonus Rollingan/Cashback 0,5% ( Setiap Senin ) -
- Bonus Referral 20% ( SEUMUR HIDUP ) -
HUBUNGI KAMI :
LIVECHAT : www.pkr224.com
YM : poker_224@yahoo.com
SKYPE : poker.224
BBM : 563B7468whatsapp : 085361245308
Salam kami WWW.pkr224.com

Karena Kepuasan Anda Prioritas Bagi Kami
AGEN POKER TERBAIK DAN TERPERCAYA DALAM
PROSES KEUANGAN
Untuk Daftar Silakan Klik Link Di Bawah !
Siang itu ponsel
“Ini Rita mas, wah telah lupa ya sama Rita? jawabnya Saya jadi ingat Rita, dia seorang janda cantik berumur 35 th. dengan 2 anak. Saya mengenalnya saat ia masih tetap jadi istri simpanan kenalanku seorang petinggi, ketika itu usianya baru sekitar 20 th. Beberapa waktu terakhir saya bertemu dengan Rita kembali ke waktu saya serta istriku akan ambil raport anak kami yang kebetulan sekelas dengan anak Rita yang sudah besar.
Untuk menghindari keraguan
“Hei kok mas Adhie diam saja?, hayo tengah mikir apa… jorok ya? ” sapanya sekali lagi ditelepon yang mencengangkan aku
“Gak kok Rit, hanya tengah ngebayangin anda saja, kok anda lebih oke sekarang” candaku yang diterima derai tawanya yang renyah
“Mas kantornya masih tetap di sana khan?, singgah kerumah kapan2 mas” tuturnya sembari mengatakan alamat tempat tinggalnya yang memanglah seringkali saya lewati jika akan kekantor
“Rita telah dicerai 2 th. waktu lalu lho mas” tuturnya lagi
sebenarnya saya sudah
Esok harinya karna kebetulan supirku tidak masuk karna ijin menengok orang tuanya yang sakit dikampung, pada perjalanan menuju kantor saya membelokkan mobilku kealamat rumah Rita saya berpikir tidak ada kelirunya singgah sebentar di rumah Rita
Setibanya dimuka alamat rumah yang didapatkan Rita,
Rita mengenakan daster
“Eh mas Adhie, kirain siapa Wah sorry mas Rita tengah berantakan habis mandi serta belanja nih, maklum ke-2 pembantu tengah pulang kampung” tuturnya sembari mempersilahkan saya masuk Akupun masuk serta duduk diruang tamunya yang
Rita permisi meninggalkan saya untuk menempatkan belanjaannya didapur Sembari menanti saya melihat-lihat koleksi foto yang terpampang didinding ruangan tamu yang umumnya yaitu foto2 Rita yang memanglah dahulu sempat jadi seorang foto model
Memperbandingkan Rita saat ini dengan foto2 yang terpampang, sedikit beralih, saya rasa karna Rita yang ada darah Aceh serta Betawi rajin menjaga
“Itu cuma beberapa foto2 Rita mas, yang keren2 Rita gunakan dikamar”,
“Keren bagaimana Rit?, ini saja menurutku sudah oke2 tuh” sahutku
“Wah jika simak yang dikamar dapat bengong kelak mas Adhie” tuturnya sekali lagi sembari tertawa serta duduk disofa didepanku
Rita sudah melepas lilitan handuk dikepalanya tapi tetaplah menggunakan daster, selalu jelas Rita tampak begitu cantik dengan rambut terurai basah Belum juga daster minimnya yang terkadang menerawang memerlihatkan bentuk badannya yang aduhai, terlebih saat menempatkan minuman yang otomatis dia menundukkan badannya saya bisa melihat belahan dada nya dengan jelas karna Rita tidak mengenakan BH di balik dasternya, panorama sensual itu segera membuatku horny serta kontolku segera mengeras
“Belanja sayur tadi murah ya Rit? ” tanyaku bercanda,
“Abis yang belanja cantik serta sexy sih”,
“Ah mas Adhie dapat aja” tuturnya tersipu serta mukanya merona merah menaikkan cantik wajahnya
lalu Ritapun menceritakan tentang kasusnya, dimana istri pertama suaminya sempat mendatangi tempat tinggalnya yang menyebabkan keributan Karna masalah itu suaminya memperoleh tegoran keras serta mesti menceraikan Rita Saya melihat airmatanya menggenang dipelupuk matanya saat bercerita itu, serta Rita menghapusnya dengan tissue Untuk mengalihkan perbincangan yang membuatnya sedih berpikir, saya ajukan pertanyaan padanya
“Emang foto2 anda yang dikamar se-sensual apa sich Rit? ”
“Mau simak mas?, tapi janji ya janganlah diketawain”
Jalan dibelakang Rita dalam jarak yang dekat, saya bisa mencium bau harum sabun dari badannya serta dengan juga jelas saya bisa melihat bongkahan pantatnya yang bergoyang saat mengambil langkah Hampir saja saya tidak bisa menahan diri untuk memeluk badannya dari belakang, untung saya masih tetap melindungi image dengan menahan diri Setibanya dikamar tidurnya, saya pernah terhenyak melihat sekitar sepuluh koleksi foto Rita berukuran setengah poster yang keseluruhannya artistik hitam putih
Istimewanya sekali lagi keseluruhnya foto itu memerlihatkan badan telanjangnya!!!
“Apa komentar mas Adhie? ”
“Wah istimewa foto2 anda Rit, bagaimana aslinya ya”, sembari mencubit pinggangku Rita berkata
“Ih… mas Adhie genit, masa ingin simak aslinya Rita, telah tua nih saya mas”
Karna dia tidak melepas cubitan dipinggangku, jadi saya tangkap tangannya dengan sedikit menarik hingga badan Rita tidak seimbang serta agak sempoyongan badannya merapat ketubuhku yang dengan refleks saya peluk Memeluk ubuh Rita yang cuma dibalut daster tidak tebal merasa begitu sensual, terlebih saat dia menengadahkan berwajah yang cantik berjarak begitu dekat dengan wajahku
“Eh mas, ingin apa? lepasin Rita mas” tuturnya dengan agak meronta dipelukanku Karna sudah dipenuhi nafsu otakku, saya tidak melepas pelukanku,
Sembari tetaplah mengulum bibirnya, saya mulai meremas bongkahan pantat sexynya serta agak sedikit kuangkat keatas serta merapat ketubuhku
“Mmmmmm… masss… ssshhhh” gumamnya yang saat ini sudah tidak meronta sekali lagi terlebih membalas ciumanku
Kumasukkan lidahku kemulutnya yang segera diterima dengan hisapan pada lidahku, lalu dia berupaya memasukkan lidahnya kemulutku yang segera kuhisap kuat2 Tanganku yang semula mermas pantatnya, saat ini sudah mulai meraba pahanya yang mulus sembari menyingkapkan dasternya,
saat tanganku hingga diselangkangan yang dibungkus
Dari bali daster yang dipakai, kuciumi teteknya yang berukuran 36 serta wooww…masih kencang, lalu saya hisap putingnya dari balik daster yang dipakainya Sensasi rasa puting yang kuhisap dengan kain dasternya dimulutku membuatku semakin bernafsu, sesaat merasa memeknya mulai basah oleh rabaan jariku
“Oooooooohhhhh… maasss……enaaaakkk… trusss ss… …sayaaaang” tuturnya sembari meremas rambutku Geli gesekan kain daster diputing teteknya berbaur dengan hisapan serta gigitanku membuatnya semakin menggelinjang tidak karuan Dengan cepat saya buka daster yang dipakainya, demikian halnya celana dalamnya hingga saat ini Rita berdiri dalam kondisi bugil Kuraih teteknya, kuremas remas dengan sedikit kasar sembari memilin putingnya yang buat Rita jadi liar
Lalu kuciumi ke-2 teteknya bertukaran sebelumnya turun serta mulai menciumi selangkangannya Dengan tempat jongkok diselangkangannya saya mulai menjilati memeknya Rita dengan berdiri serta samping kakinya didukungkan dipahaku agak sedikit mengangkang sampai memerlihatkan memeknya yang indah serta dicukur bersih
Saat mulutku menjumpai klitorisnya, kujepit klitorisnya
“Sssssssshhhhhhh………puaaaassssiiin nn Ritaaaa…masssss……aggghhhh… ohhhh… mauuuu u… kluarrrr” serta sembari badannya meregang, Rita menjepitkan ke-2 pahanya dikepalaku yang membuatku sedikit susah bernafas serta lalu merasa cairan memeknya dilidahku bertambah banyak, Rita sudah kliamaks
Sesudah terdiam sesaat, Rita sembari tersenyum menarik badanku, melepas pakaian yang kukenakan sembari menciumi wajahku setelah saya telanjang bulat menuntunku rebah di tempat tidur “Sekarang giliran Rita ngerjain mas Adhie” tuturnya
Perlahan-lahan Rita menjilati batang kontolku naik serta turun sembari kadang-kadang mengecup kepala kontolku Rasa geli serta nikmat tidak terhingga saat Rita dengan lidahnya menelusuri urat yang menonjol dikontolku Terlebih saat dia buka lubang kencingku denganlidahnya lalu mengisap kuat2…
“Aggggghhhhh… seddddaaaap……ayooooo isap… kuattttt…anjiiiingggggg… ”, seperti umum pada saya keluarkan kata2 kotor serta kasar Sluuuurp… sluuurp… suara mulut Rita mengulum kontolku karna dengan berniat dia keluarkan banyak ludah ketika mengulum kontolku, saya terasa sensasi yang hebat
“Jilatiiiin…kontollllkuuu… sebeluuum akuuu…entotin…memekkkkmuuuuu…bangsaaaat” teriakku liar sembari menarik badannya serta meposisikan kami 69 lalu saya kembali menjilati memeknya pada saat Rita asik mengerjai kontolku dengan nikmat
Lidahku kusapukan keseluruh permukaan memeknya
“SSsssshhhh…oooohhhh” saat klitorisnya saya gigit2 kecil
“Aku sudah tidak tahan mas” tuturnya sembari bangkit serta berjongkok dengan membelakangiku lalu sembari memegang batang kontolku perlahan dia menurunkan pinggulnya memasukkan kontolku keliang senggamanya yang merasa begitu sempit karna cukuplama tidak dijamah kontol lelaki
Karena sangat semptnya sekian kali Rita si sisa istri simpanan berhenti sebelumnya meneruskan memasukkan kontolku Kudengar dia agak merintih mungkin merasa perih dinding memeknya dimasuki kontolku sesudah semuanya kontolku masuk “Heeek…oooohhh… penuh memekku massss” rintihnya Lalu Rita mulai menunggangikontolku, menaik turunkan, memutar pinggulnya dengan liar
“Aggghhhhh… enaaaakkkk…bangettttttt…masssss sssssshhhhh
“desisnya sembari menggoyangkan pinggulnya dengan liar
karna tempat duduknya membelakangi
“Addduuuhhhhhhh…… terusss… sakitinnnnn … akuuuu…massss” teriaknya yang rupanya Rita suka seks kasar “Teruuussssss…… entottttiiiin kontollllkuuu… bangsaaaattttt” gumamku sembari terkadang menambah pantaku untuk menjumpai goyangan pinggulnya Dan
“Adddddduuuuhhhhh… akuuuu…keluuuuaaaarrrr sayaaaaang” teriaknya sembari percepat goyangan lalu merasa dinding memeknya semakin keras menjepit batang kontolku serta terasanya batang kontolku disiram cairan di dalam memeknya
Sesudah klimaks yang ke-2, Rita si sisa istri simpanan terdiam sembari menghela nafas panjang nikmati klimaksnya pada tempat menempati kontolku yang masih tetap keras di dalam memeknya Tanpa melepas kontolku di dalam memeknya, saya dorong badannya hingga Rita pada tempat menungging, lalu dengan ganas serta liar kugenjot
“Aaaaagggghhh………terussssss… mas ssss… genjoooottt…yanggggg… dalaaaam…entotinnnnn akuuu …masss” teriaknya saat ia kembali terngsang birahinya oleh genjotan serta ciumanku Terkadang rambut indahnya saya tarik kasar sembari menepuk ke-2 pantatnya
“Yeeeeahhhh… rasaaaaiiin…kontollllkuu… pela cuuuurrrrkuuu” bentakku dengan makin menguatkan genjotanku Rupanya Rita begitu suka dengan perlakuan serta kata2 kasarku
“Yaaaaaaa…… akuuuu… pelacuuuurmuuu……ent oooot akuuu dalammmm …dalaaaam” katanya sembari memaju mundurkan pantatnya menyeimbangi entotanku
Cocok dengan tempat doggie model, saya balikkan badannya serta mengangkat ke-2 kakinya kepundakku lalu kembali memompa memeknya sembari meremas kasar teteknya Putingnya kupilin-pilin serta tarik yang buat Rita si sisa istri simpanan
“Masssss… Ritaaaa… gakkkk…tahaaaannn… mauu uu kluaaaarrrrr… lagiiiiiiii”, “Iyaaaaaa… babiiiii… ayyyyoooo… bareeengggg g… akuuu jugaaaaa…” kataku saat kurasa saya akan keluarkan spermaku Pompaanku semakin cepat serta dalam, sesaat dinding memeknya kembali menjepit keras kontolku…dan…croooooot… crooooot akupun keluarkan spermaku di dalam memeknya sesaat Rita dengan bersamaanpun kembali klimaks
Sesudah klimaks kami terdiam berpelukan sembari coba mengatur nafas kami yang tidak teratur ”Maaf ya Rit, saya khilaf Setelah anda sich sexy serta cantik” kataku lalu sembari mengecup lembut bibirnya, “Ooh tidak apa2 mass, terimakasih mas sudah membantu Rita dengan memuaskan Rita Lagian baru sekali ini Rita terasa betul2 senang, suami Rita dahulu tidak dapat muasin Rita mas” jawabnya sembari membalas kecupanku
Sesudah bersihkan diri dikamar mandi, saya
Demikian kisahku dengan seorang janda cantik sisa istri simpanan. Hingga saat ini saya paling suka dengan wanita masak setengah baya. END















Tidak ada komentar:
Posting Komentar